Advertisement
-
Dukun Setubuhi ABG di Kebun Sawit
Berdalih sebagai syarat melakukan ritual penyembuhan, seorang dukun nekat mencabuli gadis ABG yang menjadi pasiennya. Peristiwa yang membuat Kembang (14), kehilangan perawannya itu, terjadi Minggu (3/4) dinihari, di tengah perkebunan sawit milik warga di Nagori Senio Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Ironisnya, perbuatan cabul yang dilakukan Sabri (50), dukun warga Jalan Medan Gang Bajigur, Kecamatan Siantar Martoba ini, berlangsung dua kali.Peristiwa cabul itu terbongkar setelah korban yang resah dengan apa yang dilakukan sang dukun terhadapnya, mengadu kepada ibunya, SE br N. Dengan perasaan hancur, ibu dan anak ini selanjutnya mendatangi Mapolsek Simalungun untuk melaporkan ulah bejad pelaku.Usai menerima pengaduan korban, aparat Polsek Bangun yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Hendrik Situmorang langsung menyelidiki kasus tersebut. Siasat pun diatur polisi agar dapat meringkus pelaku. Sabri dipancing untuk datang ke kediaman orangtua korban dengan dalih untuk melakukan ritual pengobatan.Jebakan itu berhasil. Tersangka yang tak curiga lantas mendatangi ke tempat yang dimaksud. Saat itu juga, polisi yang telah mengepung lokasi langsung meringkusnya dan menggelandangnya ke Mapolsek Bangun."Kita pancing tersangka melalui salahseorang rekan orangtua korban dengan alasan mau mengobati orang sakit. Dia tak curiga, dan datang. Setelah berada di rumah, tersangka kita ringkus dan kita bawa ke Polsek," ujar Kapolsek.Menurut AKP Hendrik Situmorang, dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi, secara gamblang tersangka mengakui perbuatannya. Bahkan kepada para penyidik juga, tersangka mengaku bersedia menikahi Kembang karena memang tertarik dengan gadis ABG tersebut. Atas dasar pengakuan itu juga, polisi akhirnya menahan tersangka.Sementara Sabri yang ditemui di ruangan Reskrim Polsek Bangun, Selasa (5/5), kepada PERS mengaku, perbuatannya mencabuli Kembang berawal pada perkenalan keduanya beberapa waktu lalu. Katanya, awal dari perkenalannya dengan kembang, adalah rencana dari Kasianto, bapak korban, yang ingin meminta bantuan darinya memberikan pagar gaib bagi kembang."Kenalnya ya kemarin, waktu bapaknya korban mau minta tolong sama saya untuk membekali anaknya dengan pagar gaib. Pagar gaib itu biar jangan diganggu orang," ujarnya.Tepatnya Sabtu (2/5) petang yang silam, tersangka meminta ijin kepada bapak korban untuk membawa kembang ke Serapuh guna menghadiri acara pesta sekalian melakukan ritual mandi di Sungai Bah Bolon. Tanpa sedikitpun rasa curiga, Kasianto mengijinkannya untuk membawa kembang.Usai menghadiri pesta, Sabri tak langsung membawa korban untuk melakukan ritual melainkan membawanya ke Kota Siantar untuk makan malam di komplek Imam Bonjol Square. Setelah itu, mereka kembali ke Serapuh guna menjalankan ritual mandi di Sungai Bah Bolon.Namun Sabri malah membawa korban ke sebuah tempat sepi tak jauh dari perkebunan kelapa sawit milik warga. Saat itu katanya waktu sudah menunjukkan pukul 00.10 WIB.Sebelum melakukan aksinya menyetubuhi korban, tersangka terlebih dahulu berpura-pura kemasukan. Dalam kemasukannya, tersangka mengajak korban untuk bersetubuh agar ritual yang dilakukan semakin baik. Awalnya korban menolak. Namun tersangka kemudian mengeluarkan jurus lain yakni merayukan korban.Akhirnya jurus itu berhasil dan korban berhasil disetubuhi tersangka. Ketagihan, pagi harinya tersangka kembali menyetubuhi korban. Kali ini pencabulan itu dilakukan tersangka di kediaman korban disaat kedua orangtua korban sedang tak berada di rumah."Habis mau gimana, saya tertarik sama dia dan bersedia menikah dengan dia," ujar tersangka di hadapan penyidik. Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono ketika dikonfirmasi PERS melalui Pahumas menegaskan, saat ini kasus tersebut sedang ditangani Polsek Bangun. "Tersangka juga sudah ditahan di Mapolsek. Kasus ini akan secepatnya dikirimkan ke persidangan," tuturnya.(bay / KABAR SIANTAR / di kutib dari POS METRO Siantar)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar: