Advertisement
-
Usai Mabuk, Siswa SMAN 4 Tewas
Usai minum-minuman keras hingga mabuk, M Arifin Harahap (16), siswa kelas X SMA Negeri 4 Pematangsiantar ditemukan tak bernyawa oleh rekan-rekannya sesama anggota Komunuitas Anak Punk, Selasa (5/5) sekira pukul 06.30 WIB. Jenazah korban ditemukan tergeletak di gedung FKPPI Jalan Diponegoro Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar. Kuat dugaan, warga Jalan Nagahuta Komplek Rindam Kecamatan Siantar Sitalasari ini tewas, akibat penyakit asma yang diidapnya.Informasi dihimpun kemarin, di malam sebelum ditemukan tewas, korban bersama rekannya bernama Julius, sekira pukul 23.30 WIB tiba di ‘tempat tinggal’ anggota komunitas punk. Saat itu, korban sudah dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras. Bahkan, kepada rekan-rekannya di tempat itu, korban mengaku lelah karena mabuk dan mengantuk. "Udah mabuk berat aku, capek kali. Aku mau tidur aja," ujar Ganda (20) salahseorang anak punk, menirukan perkataan korban kepada mereka malam itu.Begitu merebahkan diri di lantai gedung, kata Ganda, tubuh korban seakan tidak bergerak sama sekali. Bahkan saat bagian tubuhnya dicubit, tak ada respon sedkit pun. Merasa curiga bercampur prihatin dengan kondisi rekannya, Ganda mencoba memberikan nafas buatan ke mulut korban. Hasilnya, korban tersentak dan langsung terduduk. "Kasihan kali, udah nggak bergerak sama sekali dia. Makanya kami kasih nafas buatan," ujar Sinaga, rekan korban lainnya.Melihat wajah korban yang pucat, Ganda dan rekan-rekannya menduga korban kelaparan. Lalu mereka membeli teh manis dan martaba. Makanan dan minuman itu selanjutnya diberikan kepada korban, dengan harapan tubuhnya lebih segar.Sekitar pukul 01.00 WIB, usai menghabiskan martabak dan teh manis, korban kembali tidur di antara rekan-rekannya sesama anak punk. Kata Ganda, saat itu tak sedikit pun ia dan rekan-rekannya yang lain merasa itu adalah saat terakhir korban bersama-sama mereka.Selanjutnya, sekitar pukul 06.30 WIB, satu per satu rekan korban terjaga dari tidurnya. Karena korban tak kunjung bangun, rekan-rekannya mencoba membangunkan korban. Namun betapa paniknya mereka. Sebab saat tubuh korban disentuh, sudah terasa dingin. Untuk memastikan, mereka mencoba menguncang-guncang tubuh korban. Namun, tak sedikit pun korban merespon.Dengan perasaan bingung dan panik, Ganda dan rekannya, Haposan membawa korban ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar dengan menumpang becak. Namun setibanya di IGD RS tersebut, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Oleh tim medis, jenazah korban dipindahkan ke kamar jenazah."Sedih kali, Bang. Kami udah buru-buru bawa dia naik becak ke rumah sakit. Tak tahunya, dia udah nggak ada,. Padahal, selama dua bulan bergabung, dia orangnya baik kali," ujar Ganda dan Haposan.Di kamar jenazah, kedua orangtua korban, Sopian Harahap dan Nining tak kuasa menahan kesedihan. Bahkan ayah korban beberapa kali nyaris pingsan menyaksikan tubuh putra sulungnya terbujur kaku di meja otopsi kamar jenazah. Tak hanya itu, rekan-rekan korban dari SMAN 4 yang tiba di lokasi, termasuk Nurul, yang disebut-sebut memiliki hubungan istimewa dengan korban, juga tak kuasa menahan kesedihan.Kapolresta Pematangsiantar AKBP Andreas Kusmaedi melalui Kapolsek Siantar Barat AKP Erfin didampingi Kanit Reskrim Aiptu Pantota Sihombing kepada METRO menyatakan, pihaknya menduga kematian korban disebabkan penyakit asma yang telah lama dideritanya. Hal ini, katanya, sesuai keterangan orangtua korban kepada polisi saat membuat pernyataan tidak perlu dilakukan otopsi atas jenazah korban. Meski demikian, kata Erfin, pihaknya akan memeriksa rekan-rekan korban sesama anak punk, untuk mengetahu penyebab pasti kematian korban."Kita akan menyelidiki terus, termasuk memeriksa Julius, rekan korban yang ikut minum bersama korban malam itu, untuk memastikan penyebab kematiannya," pungkas Erfin.(bay / KABAR SIANTAR / di kutip dari POS METRO Siantar)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar: